Tradisi Ramadhan, Arakan Bedug Sahur Yang Mulai Di Lupakan.

Selamat pagi sobat semua. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya😀. Pagi ini saya ingin share tentang Tradisi Arakan Bedug Sahur yang sudah mulai hilang di daerah saya.

bedug sahur

Saya tinggal di Kp. Padurenan Kel. Pabuaran Kec. Cibinong Bogor. Di tempat saya tercinta ini biasanya setiap bulan puasa selalu ada arakan bedug sahur yang biasanya dilakukan oleh anak-anak remaja antara pelajar SMP-SMA, sungguh ramai karena di tempat saya terdapat 2 buah masjid yang besar dan memiliki perkumpulan pemuda-pemudi majelis (grup pengajian mesjid). Tetapi entah kenapa semuanya berubah semenjak Negara Api menyerang.. eh… wah jadi ngawur.. hehe. Ya memang semuanya itu tidak sama lagi tahun ini, tidak ada lagi anak-anak yang mengarak bedug membangunkan sahur lagi, mungkin ada tapi cuma hari pertama di bulan Ramadhan saja, setelah itu sepi sekali seperti malam-malam biasa, hanya ada bapak-bapak di mesjid yang tadarus, berdzikir, dan berteriak sahur sesekali.

bedug sahur 2

Entah ada apa dengan anak-anak muda sekarang, mereka sudah tidak sesemangat ketika zaman saya SMP dan SMA yang benar2 bersemangat untuk berkeliling kampung membangunkan warga untuk sahur. Terasa hampa Ramadhan sekarang, semakin lama nuansa Ramadhan semakin tidak terasa, ingin saya menggerakan pemuda-pemudi kampung saya untuk melakukan kegiata arak-arakan lagi namun, saya tidak punya waktu lagi karena pekerjaan di kantor yang menuntut masuk pagi pulang sore terkadang malam. saya juga dengar dari teman-teman saya di daerahnya juga sama seperti daerah saya bahkan dari pertama Ramadhan tidak ada lagi yang ngarak bedug waktu sahur.

warnet lagi

Saya berpendapat kalau semua ini akibat perkembangan teknologi dan zaman, kita bisa lihat contohnya warnet, sekarang anak-anak lebih memilih bermain di warnet ketibang harus salat tarawih (pengalaman saya 2 tahun yang lalu dan sekarang saya survei sendiri ke lapangan). Lalu tungkang tongkrong tidak jelas, nonton-nonton Bali (balap liar) bahkan ikutan lomba itu. tetapi yang paling mecolok untuk saya adalah warnet, coba sobat tengok warnet-warnet di sekitar pasti rame anak-anak ABG bahkan anak Di bawah umur.

warnetGambar Anak Berpeci Malah Ke Warnet Bukan Ke Mesjid

Mungkin, 2 atau 3 tahun kedepan tradisi ini hanya akan menjadi kenangan saja dan mungkin akan menjadi tradisi yang terlupakan terutama di kota-kota besar. Ironi memang, sudah saat para orang tua mengawasi tindak tanduk anaknya agar tidak terjerumus ke jalan yang salah dan semoga tradisi ini bisa kembali dilestarikan terutama di tempat saya yang sudah mati total aktivitasnya.
Akhir kata dari saya, Mohon maaf jika ada kata-kata yang berantakan ya mohon di maklumkan karena saya masih newbie dalam pembuatan blog. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya dan Wasalamualaikum Wr. Wb.😀

One thought on “Tradisi Ramadhan, Arakan Bedug Sahur Yang Mulai Di Lupakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s